Jumat, 04 Maret 2011

EROTISMUS OPERANDUM


Untuk Butet Kertaradjasa

Mukjizat !

Tiket – tiket itu habis terbakar

Mengepul bersama kumis kumis tipis juga kacamata bundar yang bulat dan tak berhidung

Gelap ! gawat ! linu ! perih !

Lampu gedung menjadi gundah dan orkes panggung gelap dalam pikiranku menyatakan protes yang ketujuh

Suasana memerah, kalang kabut menghitam, para penonton hilir mudik bisu membatu

Geremah geremuh

Aku melihat wajah – wajah gomgoh, wajah – wajah ah oh

Bederap – derap cepat mengendap ! bersembunyi dan pura – pura mengerti

Erotik ! fantastis

Kepala – kepala itu turun naik seperti jembatan gantung yang meliuk – liuk

Terguling – guling di lantai lalu terinjak oleh kaki mereka sendiri

Bola mata mereka mencair

lincah berloncatan

sutradara terlihat sibuk memunguti mata – mata yang pecah

operator lampu berjatuhan bagaikan bola - bola nebuska yang meletus runtum

para aktor terberak - berak di langit gedung

mulut – mulut bergantungan

telinga – telinga menendang nendang

ada yang menjilat – jilat keningnya sendiri

semua mengambil nafas

semua mengunyah sepatu

Berhenti !

Diam di tempat

Lihat layar panggung telah dibuka

Pertunjukan baru saja bocor di bawah kepala kursi kalian.

______________________________________________________________________________

Februari 2011

Riyadhus Shalihin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar